Peta usaha lokal Kota Madiun yang setiap titiknya dikunjungi tim sebelum tayang. Bukan hasil scraping, bukan tebakan alamat dari peta otomatis.
Data usaha kecil jarang diperbarui: titik ganda, alamat salah, jam buka karangan, harga entah dari kapan. Yang rugi dua pihak — pengunjung yang datang ke pintu terkunci, dan pemilik warung yang tidak pernah ditemukan.
Siapa saja bisa menambahkan lokasi ke peta besar, dan hampir tidak ada yang menghapusnya saat warung pindah atau tutup.
Warung pecel habis jam sepuluh pagi, tapi peta bilang buka sampai malam. Tidak ada yang mengoreksi.
Padahal itu pertanyaan pertama semua orang: berapa, dan cukup tidak dengan uang di kantong hari ini.
Tidak ada tombol "tambahkan lokasi" untuk umum. Setiap titik lewat tiga tahap yang sama, tanpa jalan pintas.
Pemilik mendaftar lewat PecelMap Bisnis, atau kreator konten lokal mengusulkan warung yang layak masuk.
Petugas memastikan warungnya ada, memotret, dan menulis alamatnya di tempat — saran alamat otomatis hanya jadi bantuan, bukan sumber kebenaran.
Setelah disetujui, lokasi muncul dengan badge terverifikasi. Sebelum itu, tidak ada pengunjung yang melihatnya.
Tempatnya benar ada dan alamatnya benar. Ini yang kami kunci ketat lewat kunjungan langsung.
Diperbarui pemilik dan pengunjung, jadi wajar ada selisih. Kami menuliskannya apa adanya, tidak dicampur jadi satu klaim akurasi.
Kami tidak menyebar tipis ke banyak kota. Kartoharjo, Taman, dan Manguharjo digarap sampai warung gang kecil pun masuk, baru kami pikirkan kota berikutnya.
"Pecel murah yang masih buka jam sebelas." Jawabannya bukan paragraf panjang, tapi kartu lokasi, daftar menu, dan tombol rute yang bisa langsung dipakai.
Menjawab hanya dari data lokasi yang sudah diverifikasi — bukan dari internet.
Hasilnya dirender jadi komponen interaktif, jadi tidak ada yang perlu disalin manual.
Kalau datanya belum ada, asisten bilang belum ada — bukan mengarang.
Daftarkan usahamu, isi menu dan jam buka, balas ulasan pengunjung — semuanya lewat panel web, tanpa perlu memasang aplikasi tambahan. Gratis untuk pelaku usaha Kota Madiun selama masa pilot.
Uji coba memakai convenience sample, bukan sampel representatif — kami menuliskannya supaya tidak ada yang salah baca. Angka di halaman ini data contoh masa pilot.
Biasanya saya cuma nebak warung mana yang masih buka. Sekarang sekali lihat sudah tahu, dan harganya benar sesuai yang tertulis.
Sejak masuk peta, ada saja yang datang bilang "lihat dari PecelMap". Saya juga baru tahu ternyata jam buka saya salah tertulis di peta lain.
Yang bikin saya percaya justru waktu asistennya bilang "belum ada datanya" — berarti tidak asal jawab.
Yang berbayar hanya batas tanya asisten dan fitur perjalanan. Selama masa pilot semua paket dibuka gratis — harga di bawah adalah rencana untuk menguji minat.
Gratis
Buat pengguna harianPlus
Buat yang sering jajan keliling kotaKeluarga
4 akun, satu tagihanPemilik usaha tidak membayar apa pun untuk tayang di peta — pendaftaran dan verifikasi gratis, sekarang maupun setelah pilot.
Belum terjawab? Tim pilot bisa dihubungi lewat WhatsApp setiap hari kerja.
Buka lewat peramban, tidak perlu memasang apa pun. Selama pilot, akun uji dibagikan tim di lokasi promosi.